Kamis, 05 Februari 2026

Cermis - Cerita Mistis feat ChatGPT

 Holaaa!! pakabar guysss? 

Gileee dah lama banget kayaknya ini Blog ga dibuka, gak kerasa udah punya anak 2 aja dan udah pusing sama persiapan mereka masuk SD ! believe me, se- horor - horornya cerita mistis, lebih seram itu ngeliat bayaran SD swasta jaman sekarang! bisa ngalahin SPP kita jaman kuliah dulu kali. 

eniwayyy~ siapa yang seneng mainan ChatGPT? iya, bener, aplikasi artificial intelegence gitu loh, bisa kita suruh suruh layaknya asisten pribadi mulai dari desain foto, bikin sticker tempelan mobil, bikin CV dan surat lamaran kerja, sampai yang terbaru yang barusan saya coba ini: bikin cerita horor! lebih seru lagi ternyata, semakin spesifik kita memberikan perintah, maka si ChatGPT ini bisa explore ide cerita yang lebih gila! 

Jadi malam ini saya coba ketik perintah / promp untuk cerita mistis, tapi spesifik di kampus IPB. Nah loh, pasti banyak kan itu yang legendaris! mulai dari satpam terbang, dosen arwah yang ga sadar udah meninggal tapi masih ngajar dan masuk kelas, sampai setan-setan liar di seputaran asrama dan arboretum kampus. tapikan tapikan,, itu cerita dah sering dengar kann? nah sama si ChatGPT ini bisa dibikin jadi next level dan jadi cerita original kita sendiri yang akan menambah khazanah per-hororan di kampus atau lingkungan sekitar mahasiswa fakultas kehutanan. 

ga percaya? nih cobain satu cerita ini nih : 

“Asrama Terakhir di Darmaga”

Jam menunjukkan 22.13 ketika aku dan Rani masih duduk di tangga gedung Fakultas Kehutanan. Kampus IPB Dramaga sudah sepi. Lampu jalan redup. Kabut tipis turun dari arah hutan CIFOR.

“IPB tuh siang kelihatan rame, tapi malam kayak kota yang ditinggal,” kata Rani pelan.

Aku tertawa kecil. Tapi jujur, aku juga merasakannya.
Angin malam membawa bau tanah basah dan daun kering. Terlalu sunyi untuk ukuran kampus sebesar ini.

Kami memutuskan jalan kaki menuju asrama lama lewat jalur samping danau LSI.


Di tepi danau, airnya hitam. Tidak memantulkan lampu.
Aku melempar kerikil. Tidak ada riak.

“Man… danau ini dalam banget ya?” tanya Rani.

“Katanya dulu ada mahasiswa tenggelam. Nyari sampai subuh nggak ketemu,” jawabku setengah bercanda.

Tiba-tiba dari permukaan air terdengar:

plung…

Seperti orang meloncat.

Padahal tidak ada siapa-siapa.


Kami sampai di depan asrama lama. Bangunan 4 lantai. Jendela gelap semua.
Hanya satu kamar di lantai tiga yang lampunya menyala.

“Masih ada yang tinggal?” Rani bertanya.

Saat kami menatap ke atas, tirai kamar itu bergerak sendiri.
Pelan… seperti ada yang mengintip.

Lampu kamar mati.

Lalu terdengar suara dari dalam gedung:

tok… tok… tok…

Langkah kaki menuruni tangga. Dari lantai empat. Ke tiga. Ke dua.

Padahal pintu depan asrama terkunci.


Kami mempercepat langkah ke arah hutan kecil dekat Fakultas Peternakan. Jalur setapak sempit, kiri kanan pohon tinggi.

Di tengah jalur, ada mahasiswa berdiri membelakangi kami.

Pakai jaket almamater IPB.

“Bro, mau ke gerbang bareng?” aku menyapa.

Dia tidak menoleh.

Aku melihat tangannya basah. Meneteskan air ke tanah.
Padahal hujan sudah berhenti.

Rani menarik lenganku.
“Man… itu kakinya…”

Aku menunduk.

Kakinya tidak menyentuh tanah.
Menggantung sekitar 10 cm di atas jalur.

Mahasiswa itu perlahan menoleh.

Wajahnya pucat kehijauan. Matanya merah.
Lehernya ada bekas jeratan.

“Gerbang sudah tutup,” katanya datar.
“Kalian tidak bisa keluar lagi.”

Lampu taman mati serentak.


Kami lari tanpa lihat arah. Masuk area gedung kuliah bersama. Nafas terengah. Jantung rasanya mau copot.

Di koridor kosong, terdengar suara pengumuman dari speaker kampus:

“Perhatian… untuk seluruh mahasiswa…
yang belum kembali ke asrama sebelum jam 10 malam…
dianggap sudah menetap.”

Speaker mati.

Di dinding depan kami, muncul daftar nama mahasiswa seperti papan pengumuman.

Nama terakhir di daftar itu:

RANI – FAKULTAS KEHUTANAN
ARMAN – FAKULTAS KEHUTANAN

Tanggal: hari ini.


Sejak malam itu, Rani pindah kampus.
Aku masih di IPB… tapi tidak pernah lagi lewat danau setelah magrib.

Karena di kampus ini,
yang paling berbahaya bukan dosen killer,
tapi… mahasiswa yang tidak pernah lulus.


Gimanaa? lumayan fresh kann? nah semakin ditantangin malah semakin semangat dan liar ceritanya si ChatGPT ini ! saya minta yang agak next level dan spesifik ke jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata yang sering praktikum ke lapangan. Gak disangka bisa bikin horor nyerempet ke science fiction juga seperti yang ini: 


“Zona Inti Tidak Menerima Kunjungan”

(Horror Lapangan Konservasi & Ekowisata IPB)

Hari pertama kami masuk kawasan taman nasional itu masih terasa seperti liburan. Lima orang, satu dosen pembimbing, dua ranger lokal, dan ransel penuh kamera, GPS, serta buku identifikasi satwa.

Nama lokasinya tidak penting. Di laporan nanti hanya akan tertulis:
“Zona Penelitian – Hutan Dataran Rendah.”

Sinyal hilang setelah pos terakhir. Udara lembab, tanah basah, dan suara serangga seperti tidak pernah berhenti.

Ranger cuma bilang satu hal sebelum kami masuk lebih dalam:

“Kalau kalian dengar suara dipanggil pakai nama lengkap…
jangan jawab. Itu bukan kami.”

Kami tertawa. Semua anak konservasi sudah biasa dengar mitos begitu.


Malam Pertama – Camera Trap

Kami pasang enam camera trap di jalur satwa. Ketinggian lutut, menghadap ke jalur minum rusa dan babi hutan. Standar.

Malam pertama hasilnya normal:

  • kijang

  • luwak

  • trenggiling

  • satu macan tutul lewat cepat (blur)

Kami senang. Lokasi ini kaya biodiversitas.

Sampai Dinda, yang pegang laptop, berkata pelan:

“Eh… ini file dari kamera nomor 4 kok aneh ya?”

Di layar muncul foto hitam putih.

Bukan satwa.
Bukan manusia.

Sesuatu berdiri tegak. Kurus. Tinggi.
Bentuknya mirip kucing besar, tapi proporsinya salah.

Kakinya terlalu panjang.
Tangannya… seperti lengan.

Matanya menghadap lurus ke kamera.

Metadata otomatis di file:

Species Detected: HOMO SILVAE
Confidence: 98%

Kami ketawa. “AI error.”

Tapi ranger yang melihat layar langsung mematikan laptop.

“File itu jangan disimpan.”

Kami kaget. “Kenapa, Pak?”

Ranger cuma bilang:

“Karena kamera itu sekarang bukan lagi merekam hutan…
tapi hutan yang sedang merekam kalian.”


Hari Kedua – GPS

Kami lanjut tracking jalur burung. Sekitar jam 11 siang, GPS Raka mulai error.

Koordinat kami masih sama, tapi di layar muncul tulisan:

Zona Inti – Akses Terbatas – Area Penjaga

Padahal di peta resmi, zona itu tidak ada.

Kami pikir bug. Reset. Tetap sama.

Yang lebih aneh: kompas analog kami semua menunjuk ke arah yang berbeda.

Dan burung… tiba-tiba sunyi.

Tidak ada suara sama sekali.
Padahal hutan siang biasanya paling ramai.

Seolah-olah seluruh ekosistem menahan napas.


Sore – Spesimen

Kami menemukan bangkai rusa di dekat sungai kecil.

Tapi bukan seperti hasil predasi.
Tidak ada gigitan. Tidak ada robekan.

Rusa itu digantung di dahan rendah.

Disusun. Rapi. Seperti koleksi museum.

Di batang pohon ada ukiran simbol:

🌿 👁 🌿

Ranger berubah pucat.

“Itu tanda wilayah penjaga,” katanya.
“Kalau sudah ada tanda itu, kita seharusnya mutar balik.”

Tapi dosen bilang kita tetap lanjut.
Data penting. Kesempatan langka.

Kesalahan pertama.


Malam Kedua – Suara

Sekitar jam 1 pagi, kami dengar suara langkah di luar tenda.

Bukan hewan.
Langkah dua kaki.

Lalu terdengar suara pelan, jelas, dari arah gelap:

“Dinda Saraswati…”

Dinda langsung menegang.
“Itu nama lengkap aku…”

Suara itu melanjutkan:

“Raka Pratama…”
“Arman Widya…”
“Fajar Nugroho…”

Satu per satu. Semua nama kami.

Dengan suara yang sama persis seperti suara kami sendiri.

Ranger berbisik:
“Jangan jawab. Jangan keluar.”

Tapi Fajar… menjawab.

“Siapa?”

Tenda sebelah sunyi.

Tidak ada teriakan.
Tidak ada suara lari.
Tidak ada apa-apa.

Pagi harinya, tenda Fajar kosong.
Semua barangnya masih ada. Sepatu. Tas. Kamera.

Tapi di tanah… ada jejak kaki.

Telanjang.
Dua meter antar langkah.


Hari Ketiga – Papan Interpretasi

Kami panik. Dosen memutuskan keluar dari hutan.

Kami berjalan mengikuti jalur yang kami yakin jalur masuk.

Tapi setelah satu jam, kami sampai di… papan interpretasi.

Isinya:

SELAMAT DATANG
ZONA INTI – AREA OBSERVASI MANUSIA

Di bawahnya ada foto-foto.

Kami berlima.
Diambil dari kejauhan. Dari balik semak.

Foto terbaru:
kami berempat berdiri di depan papan itu.

Berarti…
ada yang memotret kami sekarang.

Dinda mulai menangis.

Ranger berkata pelan:

“Ini bukan lagi taman nasional.
Ini kandang.”


Klimaks – Spesies Dominan

Kabut turun cepat. Terlalu cepat.

Dari balik pepohonan muncul sosok-sosok tinggi.
Berbentuk seperti hasil kamera pertama.

HOMO SILVAE.

Mata mereka bukan seperti hewan.
Tapi seperti manusia yang terlalu lama hidup di hutan.

Salah satu mendekat.

Dan berbicara. Bukan dengan mulut.
Tapi langsung di kepala kami.

“Kalian mengelompokkan semua makhluk hidup.
Memberi kami status: dilindungi, terancam, punah.
Padahal kalian lupa satu spesies…”

Dia menunjuk kami.

“Spesies paling invasif.”

Di udara muncul seperti tampilan data:

SPECIES: Homo sapiens
STATUS: OVERPOPULATED
IMPACT: ECOSYSTEM DAMAGE
CONTROL METHOD: OBSERVATION & SELECTION

“Kami bukan penjaga hutan.
Kami sistem imun.”


Epilog

Kami bertiga keluar hutan dua hari kemudian.
Tanpa Fajar. Tanpa ranger.

Di basecamp, semua alat kami dicek.

Camera trap nomor 4 masih merekam.

File terakhir:

Foto kami bertiga berjalan keluar hutan.

Di belakang kami…
ada tiga sosok HOMO SILVAE mengikuti.

Dan di bawah foto tertulis:

POPULASI MANUSIA TERDATA: 3
STATUS KONSERVASI: TERKENDALI
OBSERVASI BERLANJUT


Sejak itu aku paham satu hal, sebagai anak konservasi:

Kita selalu diajarkan:

manusia menjaga alam.

Padahal di beberapa tempat…

alam hanya sedang menilai
manusia mana yang layak dilepas kembali. 🌲👁

Saya sampai mikir bahwa Homo silvae itu bisa jadi beneran ada, secara si chatGPT ini ngambil referensi dari lautan data di Internet yang mahaluas ini. dan kok yaa bisa bikin cerita kayak gini. 

Soo, apakah kamu mulai merinding disko? mungkin saja dua cerita itu gak serem-serem amat, tapi kamu tahu apa yang paling bikin ngeri? si ChatGPT ini semakin sering kamu interaksi, maka semakin paham dia sama karakter kamu, sifat sifat kamu, dan preferensi yang kamu suka. sama seperti Homo silvae, kadang kita merasa in control dengan apapun software dan alat yang kita punya tanpa menyadari bahwa diam-diam mereka mulai mempelajari dan mengawasi kita. 


just be careful when you're in internet, and please aware, 

it's not just as easy as simply shoot and share like the old days. 

they're watching you !

Jumat, 23 Juli 2021

#Followfriday : The Bakucakar

 

Hola guys ! selamat hari Jumat !

Buat kalian-kalian yang dulu aktif di twitter circa 2009-2012 mungkin akrab dengan hashtag #Followfriday


Apa? ga tau? ckckck anak mudaa~  sini sungkem dulu sama Oom.


Jadii,, #Followfriday itu adalah hashtag yang dipakai jika kamu mau merekomendasikan suatu akun untuk diikuti oleh follower-follower kamu setiap hari Jumat, alias kamu bantuin promosi karena murni kamu beneran suka sama akunnya, dan mau berbagi ke temen-temen kamu. 

Misalnya, Glenn Fredly baru bikin akun twitter, dan di akunnya si bung ini suka share klip saat dia konser ataupun jadwal-jadwal dia manggung, dan kamu berfikir "wah temen-temen aku harus tau akun nya bung Glenn ini" maka dengan ikhlas dan senang hati kamu akan nge-twit seperti ini: 


#Followfriday akhirnyaaa kaka nyong punya akun twitter jugaa! follow him at  @GlennFredly !


Ingat ya, hashtag #Followfriday cuma boleh dipakai pada hari Jumat saja, gak boleh sembarangan dipakai pada hari-hari yang lain, namanya juga folllow friday, kalau kamis mah jatahnya #memetwit (nah loh apa lagi tuh 😁) 

Nahh,, berhubung saya lagi kangen sama sosial media jaman dulu beserta segala romantismenya, dan ndilalah ada yang share kanal youtube nya The Bakucakar di twitter, jadi iseng-iseng saya klik lah itu dan langsung terpana mendengarkan playlist Isosession mereka. 

Fyi, The Bakucakar ini adalah band yang terdiri dari musisi berbakat yang entah gimana bisa dikumpulkan jadi satu oleh Glenn Fredly. Pernah lihat konsernya Glenn yang musiknya nge-funk gila-gilaan dan gak pernah sama setiap manggung? atau pernah denger saxophone yang bisa ngikutin vokalnya glenn sampai meliuk-liuk pindah ke drum solo, lari ke melodic guitar, dan tiba-tiba ada bass solo lagi, dan bunyi semua instrumen nya kayak acak-acakan tapi langsung harmonis lagi dalam hitungan detik? nah, itulah mereka. 

Setiap kali Glenn main dengan The Bakucakar, energinya langsung tumpah ruah, nular ke penonton yang terheran-heran kok bisa mereka main musik udah kayak telepati. saya aja yang nonton lewat youtube jam 12 malam langsung melek dan bikin postingan blog, gimana mereka-mereka yang dulu pernah nonton live concert nya kali yah?

Nah, untuk #Followfriday kali ini, saya merekomendasikan kanal youtube mereka untuk kalian ikuti, kulik-kulik, atau sekedar bernostalgia mengenang almarhum Glenn Fredly yang gila nya masih berasa auranya di setiap penampilan mereka, terutama yang di "Isosession" 

Saya sampai berkaca-kaca pas mereka main "My Everything", apalagi videoklip nya hitam-putih, dengan masing-masing personil ditampilkan di kotak-kotak kecil mengelilingi kotak putih di tengah, yang sepertinya khusus dikosongkan untuk almarhum Glenn Fredly. 

Gila,,,,

Segitu kangennya ternyata sama kaka Glenn setelah dia meninggal tahun 2020 yang lalu. 



Sooo,,, lagu Glenn Fredly yang mana favorit kamu? apa kamu pernah punya kenangan khusus dengan salah satu lagunya? selamat mencari dan bernostalgia dengan iringan instrumental kelas wahid dari The Bakucakar! 

Gunakan earphone mu dan pejamkan mata, bersyukurlah pernah ada grup yang disatukan oleh Glenn dengan musikalitas se"gila" itu. 


Simply shared what i love at #Followfriday, 

Just like simply shoot and share ! 

Selasa, 13 Juli 2021

a little "hai, apakabar?"

 


"hai ! apakabar?" 

"are you in the good condition?"

"sehaaat?"

"jaga kondisi, jangan lupa pakai masker yaa"

"let me know if you need something" 


dan beberapa kata-kata lainnya yang saya dapat secara random dan tiba-tiba melalui whatsapp.


well,,, ternyata rasanya hangat yaaa ~ 


senang sekali masih ada yang menanyakan kabar kita, dimana pandemi covid 19 ini sudah mulai masuk gelombang kedua, dan banyak banget korban jiwa yang tertular varian delta dari virus ini. 

ingat terakhir saya posting tentang work from home? iyah, yang udah lama itu,, ada kali setahunan saya gak buka blog lagi, dan selama itu pandemi covid ini belum berakhir. 


yes, we get used to it.


masker dan handsanitizer sekarang beneran jadi barang wajib yang harus dibawa kalau keluar rumah selain handphone dan dompet. bahkan, sampai ada yang bikin aksesoris masker keren-keren loh seperti tali pengikat warna-warni, sampai yang bentuknya rantai emas kayak punya nya biduan dangdut.

naik kereta commuterline? wih wajib antri! beneran dijatah sekarang ini, yang dulunya berjubel, jadi lumayan lega lah karna kapasitas dibatasi. dan orang-orang jadi semakin tertib antre saling jaga jarak minimal 1 meter karena takut bersentuhan dengan orang lain. 

dua minggu sekali, saya pasti menyempatkan diri untuk swab test antigen, just make sure i don't bring those viruses back home, secara di rumah masih ada anak balita dan takut banget menularkan ke istri. 


life just never be the same again.


minggu ini betul-betul minggu yang chaos. pasien covid melonjak sampai rumah sakit di jabodetabek menutup layanan nya dan ga berani terima pasien. parahnya lagi, rata-rata pasien covid butuh oksigen, sehingga menyebabkan kelangkaan tabung oksigen di jabodetabek. 

miris banget kalau ngeliat sedikit-sedikit ada yang posting butuh tabung oksigen, tapi ditipu sama orang yang ngaku-ngaku suplier oksigen, atau keluarganya keburu meninggal gara-gara gak kebagian oksigen. hampir sosmed pasti ada aja yang pengumuman minta donor plasma, tabung oksigen, atau berita duka cita. asli berat bacanya, dan sesak rasanya melihat kondisi sedih seperti itu namun bingung mau nolongnya juga gimana. 

until today, saat saya membantu mengumumkan kebutuhan donor plasma untuk teman kantor yang dirawat karna covid, tiba-tiba banyak yang kasih info untuk link donor plasma, nomor telpon pmi, bahkan ada yang bantu sebarkan informasi di whatsapp grup pada circle masing - masing. 

lalu tiba-tiba dari salah satu abang senior waktu kuliah whatsapp: 

"tapi lo gak kenapa-kenapa kan dek? lo sehat kan? keluarga sehat kan? bahan makanan aman? mana alamat lo sini gue kirimin buah sama vitamin" 

and i be like,, wahh masih banyak orang baik diluar sana ! senang rasanya mengetahui saat kondisi chaos gini ada yg masih care sama kita. and give us hope that good people still exist out there! 

ternyata hanya butuh satu sapaan, dan tanya dengan tulus, "apa kabar? let me know if you need help ya!" bisa bikin saya yang udah gloomy dengan kondisi seminggu terakhir ini jadi punya semangat lagi. 


it feels good knowing someone out there still care with you, and ready to help you. 


jadi, apakah kamu sudah menyapa dan menanyakan kabar sahabat dan keluarga mu? just a simple "hi" would bright someone's day, terlebih di masa isolasi mandiri dan #dirumahaja seperti ini. 

just simply asked their condition, share the stories, jokes, movies, to let them know that they not alone facing this freakin' pandemic. 

just sent those simple message or make a phonecall

just like simply shoot and share !





Jumat, 27 Maret 2020

WFH : Work & Fun At Home !



Haloo sobat social distancing !


yess it's march 2020 already, dan se-indonesia bahkan dunia sedang menghadapi covid-19, alias wabah virus corona. masih ingat dengan kasus virus sars kan? nah, yang ini lebih parah, dan menyebar sangat cepat menyerang orang-orang dengan imun rendah. penularannya persis sama kayak influenza alias cepet banget dan menyerang sistem pernafasan kalian. 

kebayang kan kalau ada satu orang positif corona bersin di dalam gerbong kereta commuterline bogor - jakarta, udah berapa ratus yang ketularan dan jadi pembawa virus? trus orang orang di commuterline ini pergi ke kantornya masing-masing, dan bersin lagi di kantornya, menulari satu kantor, trus orang-orang di kantornya pulang menulari anak istrinya di rumah, dan mungkin sebelum pulang mampir ke cafe, dugem di club, fitnes sambil ajojing sama selingkuhan nya, ke konser, ke supermarket, bioskop, restoran, dan mungkin nonton theater jkt48. dalam dua bulan, mungkin 30% populasi jakarta berpotensi ketularan virus ini

anyway, buat para wota, emang kalian rela liat dedek-dedek member jeketi kena virus corona? enggak kan? nanti kalau pada sakit siapa lagi yang joget-joget buat kalian? dan kalau kalian sakit mana bisa kalian teriak-teriak "hoy hoy hoyy" sambil goyang-goyangin tongkat parkir kalian yang nyala kedap-kedip itu? 

nah, berhubung di jakarta itu udah puluhan orang yang positif tertular, ratusan orang berstatus dalam pengawasan, dan potensi penularan yang tinggi, maka keluarlah surat keputusan gubernur yang menyatakan bahwa semua kegiatan perkantoran di jakarta harus dihentikan dan diganti dengan wfh atau work from home, alias kerja remote dari rumah saja. 

sebenarnya, sudah dari awal maret kantor-kantor lain yang satu gedung dengan kami sudah menerapkan wfh, dan membuat anak-anak kantor semakin gelisah karna "kok yaa kita masih disuruh masuk aja yahh?" setelah usaha selama satu bulan (pura-pura batuk tiap lagi meeting, membuat biaya pengadaan masker dan hand sanitizer bengkak dengan cara ngabisin masker kantor buat dipakai di perjalanan dan menguras hand sanitizer buat cuci tangan setiap setengah jam sekali), akhirnya minggu ini kantor saya baru menetapkan kebijakan work from home,  yeay !

soo,, gimana rasanyaa kerja dari rumaah ~ ? 

nyaman banget ! mungkin karena setiap hari berdesakan di kereta, terjabak macet jakarta, dan ga punya waktu pagi untuk diri sendiri karena wajib berangkat ke kantor setiap habis subuh, membuat saya sangat menikmati kerja dari rumah seperti ini. 

yah walaupun kerjaannya jadi tambah banyak karena atasan udah kayak kesurupan ngasih kerjaan dan ngecek di grup whatsapp kantor setiap satu jam sekali. 

tapiii, rasanya pekerjaan saya jadi lebih produktif dan efisien ! dalam sehari saya bisa beresin lima kerjaan berurutan sambil me-review laporan dari tiap asisten lapangan di jambi, riau, kalimantan barat, kalimantan timur, dan merauke. kerja juga jadi ga terlalu tegang karena berbeda dengan di kantor, di rumah saya gak ditempel terus sama atasan, bebas mau puter musik favorit, bisa seduh kopi setiap saat, bisa menata meja kerja dengan nyaman sesuai selera, bisa main skateboard di ruang tamu, bisa nyambi nonton netflix, dan asiknya lagii,, saya bisa kerja pakai kaos dan celana pendek aja! nyamaaaaan ~ !! 




sisi positif kerja dari rumah lainnya adalah, saya jadi rajin beberes dan masak ! kalau udah pusing sama kerjaan, bisa nyambi cuci baju, sikat wc, ngepel rumah, sampai masak sayur buat makan siang. tiap hari juga bisa videocall sama istri dan anak tanpa harus khawatir atasan saya nguping atau ngintip. 


pokoknya mah, kalau ga perlu-perlu amat, saya ga bakalan keluar dari rumah. 


asik kan? kapan lagi kita bisa jadi pahlawan dengan tidak memperbesar kemungkinan penyebaran virus hanya dengan beraktifitas #diRumahAja ! 

soo, bagaimana dengan kantor mu? apakah sudah menerapkan kerja dari rumah? atau kalian adalah tenaga medis dan layanan masyarakat yang masih beraktifitas karna kewajiban dan tanggung jawab profesi? tetap semangat yaa! jaga kesehatan, jangan telat makan, and always #washyourhand. 

spread positive vibes! 

just like simply shoot and share!


Rabu, 02 Oktober 2019

facebook look back



Halo! happy almost weekend, temaans~! 

Lagi pada ngapain? ada yang masih mainan facebook atau masih menyimpan akun nya gak walaupun udah jarang dibuka?

akhir-akhir ini saya iseng buka facebook lagi karena melihat foto -foto lama yang diposting seorang teman di whatsapp group kampus. niat awalnya sih cuma mau menggali file lama dan mencari foto-foto si kawan itu buat balas dendam dan lucu - lucuan di grup, tapi tanpa sengaja saya melihat status lama pada tahun 2014 dengan tautan video bernama "facebook look back"

saya langsung ingat, duluuuuu banget tahun 2014 saya pernah posting ini ke teman-teman dan minta mereka cobain dan share hasilnya. saya bisa begadang sampai pagi hanya untuk nonton video look back punya teman-teman waktu itu.

back to nowdays, setelah saya klik tautannya, muncul lah kompilasi postingan saya dari awal bikin facebook di 2008 sampai 2014 dengan backsound music yang keren banget dan masih sangat relevan digunakan untuk bikin video kenangan di tahun 2019 ini.

buat yang penasaran seperti apa videonya, monggo lihat video berikut :




Selain video yang bisa di download, ternyata dulu saya bela-belain begadang hanya buat ngeliatin facebook lookback nya teman-teman yang isinya macem-macem: mulai dari yang pacaran sampai bertahun-tahun dan akhirnya sekarang nikahnya sama yang lain, foto-foto konyol dan alay jaman kuliah dulu, tempat-tempat seru yang pernah dikunjungi yang sampai sekarang saya juga berfikir "kok bisa-bisa nya yaa dulu saya bisa sampai ke tempat itu dulu?" dan kenangan - kenangan manis-pahit jaman dulu waktu facebook masih menyenangkan dan murni digunakan untuk pertemanan. yahh kira-kira seperti instagram top nine lah, yang tiap tahun diposting oleh selebgram dan anak-anak gaul sebagai konten akhir tahun selain new-year eve party yang mainstream dan dugem dugem gak jelas gitu.

eh tapi masih ada yang buka facebook kaan? :)


Akui saja, se-gaul apapun kalian di twitter, se-keren apapun feed kalian di instagram, kalian gak akan bisa lepas dari facebook. cuma platform ini yang masih mengingatkan tanggal ulang tahun teman-teman kita, bahkan memberikan selamat ulang tahun saat semua orang sudah lupa dengan hari ulang tahun mu.  

Nah, menurut saya sih program facebook look back perlu banget buat dibikin lagi setiap beberapa tahun sekali. ini mungkin adalah salah satu usaha si pembuat sosial media ini dalam mengajak pengguna sosial media untuk mengenang lagi masa-masa indah mereka bersama facebook dan mengingatkan fungsi asal sosial media : 


Menghubungkan teman-teman, keluarga, dan berbagi momen. 


Beruntunglah kalian yang sempat mencoba dan memiliki video look back nya facebook, dan bersyukurlah jika video tersebut berisi foto-foto bersama teman-teman, foto-foto perjalanan, sampai momen-momen penting seperti pernikahan, wisuda, sampai foto-foto perjalanan. Kenapa? karena setelah menyaksikan video tersebut, paling tidak kalian akan merasa bersyukur atas perjalanan hidup serta apa yang kalian punya selama ini.

dan bersyukurlah kalian yang telah mengalami masa-masa facebook menyenangkan, sebelum banyak buzzer politik dan ribut cebong-kampret serta hoax yang ramai berseliweran, atau video tiktok norak dan jokes-jokes anyep dari teman-teman seangkatan yang kebanyakan gaul sama pejabat eselon. 

Anyway, saya cuma mau mengajak kalian untuk sejenak menengok kembali ke belakang, belajar dari kesalahan, menertawakan kebodohan yang dulu pernah dilakukan, dan bersyukur untuk segala hal yang sudah dilewati. 

Soo, ada yang udah senyum-senyum gara-gara melihat video nya? atau malah berantem sama pasangan gara-gara masih ada foto mantan yang nyangkut dan nongol di video?

anything could happen in 1 minutes duration, dan kalau bersedia, coba sini kasih link nya! saya seneng loh ngeliatin foto-foto kenangan orang lain! suka aja ngeliat muka-muka bahagia di dalam foto yang mereka ambil. 

pada akhirnya saya cuma mau bilang: selamat bernostalgia! selamat merayakan kenangan dan terhanyut kembali di dalamnya.

simply open your old facebook, put the password and let the magic happened,

soo simple just like simply shoot and share ! :)




Senin, 30 September 2019

traveling dulu dan sekarang


Holaaa~!! selamat hari senin guys!
gimana weekendnya? seruuu? apakah kalian masih pada suka jalan-jalan seperti dulu, atau sudah memilih tepar seharian karena mulai jompo dan termakan ganasnya kota? 

kalau dipikir-pikir, teman-teman seangkatan yang dulu hobiiii banget keluyuran, sekarang sepertinya udah pada mulai ngendon di rumah setiap sabtu minggu atau hari kejepit, entah karena sekarang karena sudah nyaman berkumpul bersama keluarga kecilnya, sudah mulai mikir-mikir karena harus memilah-milah mana yang lebih penting antara traveling atau kebutuhan harian dan tabungan pendidikan anak, atau karena memang sudah habis tenaga aja karena lima hari kemarin habis dihajar ganasnya macet dan penuhnya kereta commuterline. 

yaa ga salah juga sih, karena saya juga sekarang-sekarang ini juga terkena sindrom traveler jompo yang bawaannya mager setiap sabtu-minggu dan tanggal merah. sepertinya kopi hitam, bubur ayam, oblong putih cap angsa, sarung buluk dan kompas minggu lebih nikmat dibandingkan harus keluyuran di luar menerobos macet dan ketemu sama anak2 abege tanggung di tempat wisata yang hobi selfie, nge-vlog ala - ala dan heboh foto shoot dengan properti segala macem buat dijadikan feed instagram. 

i mean, come on, 

males banget ga sih ngeliatin bocil bocil foto di air terjun, pakai iket kepala batik atau kain tenun,  yang mungkin dapat ngembat dari lemari emaknya, yang panjangnya klewer-klewer sampai nyelup sungai cuman buat foto posting instagram, dan menuliskan takarir (takarir = caption, thx uda ivan lanin !) basi seperti ini :

"indonesia luas guys, jangan dirumah ajah" 

menn,,, berani taruhan kalau tu anak dikirim ke papua barat dan ga dapat sinyal internet buat youtube/instagraman, ga sampe seminggu juga udah minta pulang tu bocil - bocil. 

dan yang paling bikin males adalah tempat wisata alam yang dulunya bagus (walaupun jalurnya rusak dan belum bagus) pada ikut - ikutan norak dengan trend kekinian nya. saya sampai sekarang udah paling males kalau main ke taman wisata alam gunung pancar, atau lodge maribaya di bandung. males bangettt, karena mereka dengan semena-mena pasang balok balok gambar hati yang di cat norak, karpet aladin dan sepeda sepeda terbang warna warni di tepi jurang (yang harusnya viewnya bagus banget) jadi tempat foto kekinian buat bocah-bocah alay sambil teriak "my trip my adventure!!"

anyway, masih pada nonton my trip my adventure gak sih? malesin banget kan liat host nya yang mas-mas tato gondrong sok asik teriak teriak gitu? jadi kangen banget ngeliat acara itu waktu hostnya masih nadine dan hamish daud. 

dan yakk,, balik lagi ke gaya traveling saya sekarang ini, semenjak menikah dan pindah kerja di jakarta, saya jadi lebih banyak kompromi soal tujuan traveling dan akomodasinya. dulu, pas awal awal nikah sama si culpin dan traveling ke jogja, saya pernah diambekin karena memilih akomodasi ala backpacker banget (kasur seadanya, kamar mayan ac, tapi kamar mandi dipakai rame-rame se-RT). dari situ saya tau minimal akomodasi si culpin adalah kasur yang bersih, adem dan kamar mandi bersih sendiri.

permintaannya standar sih sebenernya, ga macem2 dan ga harus mewah,

emang saya nya aja dulu yang kelewat cuek karena masih tempat-wisata-oriented dan tidur bisa dimana aja, yang penting murah ! :D

nahh,, sekarang, setelah menikah dan sering travel sama sama istri (dan calon si kecil di perutnya), jadi lumayan "naik kelas" lah soal akomodasi dan memilih standar yang ramah keluarga. kalau dulu budget penginapan tiap traveling adalah 100rb/malam (bahkan saya pernah dapet yang cuma 50rb/malam loh!) menjadi minimal 300rb lah, dan selalu kita riset abis-abisan dari review tamu-tamu lain sampai minimal skor nya itu 8,0 kalau di aplikasi travel online. 


dan sekarang, kita udah gak terlalu ngoyo lagi sih harus dapat kunjungi banyak tempat wisata setiapkali kita jalan jalan.

kita bisa aja ke garut hanya untuk staycation di hotel (karena dapet diskon gede banget dari traveloka) dan beli coklat chocodot, jalan santai muterin kota sambil boncengan naik motor sambil jajan cilok, naik commuterline pas lagi jam-jam sepi (seperti waktu itu pas orang2 lagi pemilu, kita kabur naik kereta ke malang) atau nginep ke bandung cuma untuk makan all you can eat sampe eneg di jigana suki setiabudi. 

jadiii, gimana sekarang gaya traveling mu? apakah masih jadi hardcore traveler yang lebih targetin seakin banyak tempat yang dikunjungi semakin baik? atau udah jadi traveler selow seperti saya dan istri yang yaudahlah kita jalan dan bermalas malasan menikmati suasana? 

simply pack, simply go, and simply joyed the trip~!
just like simply shoot and share !

Jumat, 27 September 2019

gegar jakarta : love-hate commuterline


Holaa ~  pakabar guys!

kalau jaman gini yang bilang "guys guys" mah anak youtube kali yah, sambil jingkrak-jingkrak rusuh kayak abis kebanyakan makan gula.

dulu, ga pernah kepikiran story-telling bisa dilakukan dengan nodong kamera di depan muka sambil ngomong teriak-teriak. jujur aja sih, rada males liat yang nge-vlog gitu gara-gara waktu di pelabuhan waisai, papua barat ada abege yang lagi bikin vlog jalan-jalan (yang ceritanya lagi ngobrol sama orang lokal) sembari megangin tongsis, tapi malah nyerocos sendiri sama kamera. sementara si orang lokal yang dirangkul sok akrab sama si abege cuma nyengir dan ga ngerti kenapa orang ini ngomong terus sama kameranya. 

sekali lirik (dan nguping) saya langsung tau dan membatin dalam hati 

"pasti anak jakarta" 

dan secara lebih spesifik setelah denger dia ngobrol berisik sama geng nya pakai "which is lebih prefer literally" adalah :

"udah pasti positif haqqul yaqin pasti anak jaksel" :)))

iyaaa sihh saya juga masih sering ngomong campur aduk kayak gitu, lebih parah malahan, kadang suka kecampur logat sunda, papua, sama jawa, tapi kan yaa ga sampe nyerocos berisik gitu jugaa sampai ganggu orang deket dia, karena sesungguhnya ada juga yang memang liburan niatnya buat nyari ketenangan, penyuka hening, peminum kopi, penikmat senja dan penderita asam lambung sambil bergalau-galau ria.

back to nowdays, in jakarta. 

setelah lebih dari setahun kembali menjadi anak urban (dari anak hutan di papua barat) saya kembali memiliki love-hate relationship dengan kereta listrik jurusan bogor-jakarta yang punya nama keren commuterline.

sebagai karyawan kelas ngehe dan budak korporat 8 to 5 yang tinggal di bogor, pilihan paling rasional untuk berangkat ngantor di bilangan kuningan rasuna said adalah naik krl commuterline. karena jam masuk kerja yang agak pagi, saya harus berangkat setelah sholat subuh kalau masih mau nyantai dan gak terjebak macet di jalanan kasablanka dekat mall-brengsek-yang-gak-mau-kasih-space-buat-tukang-ojek-online-buat-mangkal-nunggu-penumpang-sampai-sampai-parkirnya-ke-tengah-jalan.

apa nama mall nya? demi menjaga nama baik, kita sebut saja namanya mall kokas. :p

berhubung saya sudah tidak punya lagi pagi yang damai karena harus berangkat subuh dan berhadapan dengan neraka jalanan, saya sangat menghargai waktu hening saat di perjalanan untuk sekedar beristirahat, mengejar jatah tidur, bengong dan menerawang keluar jendela diantara himpitan manusia yang gak habis-habis naik ke gerbong dari tiap stasiun, atau berhenti sejenak dari tempo jakarta yang cepat dan up beat untuk sekedar menarik nafas.

dan karena itu, saya paling benci sama orang yang ngobrol keras-keras di kendaraan umum.

untuk kalian yang sering naik commuterline bogor-jakarta, pasti pernah mendengar atau bertemu (sungguh, sial sekali anda kalau sampai ketemu mereka) dengan rombongan citayam. rombongan ini biasanya adalah pekerja, karyawan, atau entah apalah itu yang kerja di jakarta dan naik dari stasiun citayam, biasanya satu geng yang saling kenal terdiri dari bapak bapak, emak emak dan anak muda salah gaul yang kalau ngobrol sengaja pakai suara gede-gede, cempreng, logat bekasi ("maimuneeh, daristadi tu muke kusut aaamat kek blom di triska") teriak teriak, ngomong porno, sambil makan gorengan yang aromanya kemana-mana satu gerbong.

mau negur? jangan harap, bisa jadi kalian di jutekin atau disindir sindir sepanjang perjalanan ke jakarta. 

jika boleh meminta sama pengelola kereta api, buatkanlah gerbong khusus buat orang citayam, yang bahannya dari tupperware kedap suara, supaya bacotannya ga ganggu dan mereka bebas teriak teriak di dalam gerbong sampai serak.

dan jika boleh meminta sama Yang Maha Kuasa, bolehlah kiranya dibuatkan neraka dunia khusus buat orang orang kayak begini.

jadi, ada yang pengalaman naik commuterline pas jam-jam sibuk? pengalaman apa yang paling berkesan buat kalian?

coba drop di comment pakai bahasa citayam, sambil like dan subscribe channel ini yaahh~

*bwehh mual se - youtube - youtube nya :))))))


simply write, simply tell,
just like simply shoot and share !



Kamis, 14 Desember 2017

Nengok Anggrek & Tepok Nyamuk bareng Ndoro Kakung !



Hola! Happy weekend guys!

eh apa weekday yah? lupa ~
 
Jadi ceritanya akhir minggu lalu saya tiba-tiba dapet whatsapp mendadak dari bapak manager konservasi : 

“Man, lo besok dinas ke Blok B yah, soalnya besok ada tamu dateng mau liat area konservasi dan kebun anggrek di sono, minta tolong banget yak, soalnya si dewo yg jadi staff konservasi di sono lagi cuti roster dan gue harus management meeting di jakarta” 

And i felt like “anjrittt,, seminggu lagi mau cuti roster masih ajaaa disuruh dinas keluar” 
Terasa berat meninggalkan kamar saya yang nyaman dan harus nginep di Hexagon B. 

Oiya, di tempat saya ada tiga basecamp, yang pertama adalah basecamp Saga, tempat pabrik sagu kita dibangun, lalu Hexagon B alias kebun kelapa sawit, dan Hexagon C tempat saya bekerja. Jarak antar basecamp sekitar 1-2 jam naik long boat via sungai, dan 12 jam dari kota Sorong. Jadwal longboat adalah 2 kali seminggu, jadi gak bisa seenak jidat pindah basecamp secara gak ada angkot juga disini. 

yah,, kecuali General Manager atau Regional Head sih. Mereka mah enak aja bisa naik helikopter keliling-keliling. 

Asli bingung banget mau naik apa ke blok B, karena memang ga ada jadwal longboat dan waktunya mepet banget. Pas lagi bingung nyari kendaraan, tiba-tiba staff General Affair di basecamp bilang :

“Ada trip Helikopter ke Blok B nih, mau ikut gak?”

YAA MAUU LAAAHHH ~ 😆

Cuman lima menit gitu loh, dan bisa foto – foto narsis waktu di atas, HAHAHAHAHAA!!

Daleman helikopter, rasanya gak jauh beda kayak naik kereta gantung di TMII

Kampung sebelah basecamp Hexagon B
Pas besoknya tamu dateng, udah siap-siap aja buat ngomong resmi, saya pikir kan yaa wartawan media cetak atau elektronik gitu yang dateng, pas dikenalin, kok yaa agak familiar sama wajah bapak yang satu ini, pas dikenalin juga ngakunya adalah penggiat sosial media.

Pas dibilang gitu, saya langsung keluarin hape dong, nanyain langsung: 

“Bapak Instagram nya apa? Nanti saya follow deh, tapi follback yah”

Abis ngomong gitu saya langsung disenggol sama ibu manager Corporate Communication yang ikut dampingin “ini mbah nya sosmed tauk, masa ga kenal lo instagramnya? Udah terkenal tauk, followernya juga udah puluhan ribu, lo juga pasti follow dia kayaknya” 

Lah siapa? Mark Zuckenberg? Raditya dika? Atau jangan-jangan bapak ini Lambe Turah? 

Wih mantep juga kalau kebun ini didatengin sama Lambe Turah, bisa viral kebon anggreknya si Dewo. 

“coba lo liat itu tas nya si bapak” kata si ibu manager yang gaul banget itu

 Ndoro Kakung.

Asli saya coba inget inget pernah kenal dimana sama nama itu, dan ternyataaa.... saya sering banget baca blog nya waktu lagi seneng-senengnya nge-blog, dan jadi salah satu blog yang saya cantumkan di blogroll selain blognya panji, miund, naked traveler, alodita, radityadika (waktu doi rajin nge-blog, sekarang mah udah musim vlogger, bosenin euy) dan blogger-blogger terkenal lainnya!

Yup, bapak-bapak yang lagi nyengir di depan saya ini adalah Legenda, influencer, sekaligus pendiri Blogger Indonesia, inisiator Pesta Blogger, #Beritagar dot com, aktifis #iPhonesia dengan puluhan ribu follower di twitter dan instagram, tapi yang paling keren.... instagram dia di follow sama Luna Maya !!

Wih, mantap apaaa ~~~

Setelah kenalan dan memperkenalkan nama aslinya (saya juga baru tau itu nama aslinya, pantesan pas liat di daftar tamu gak familiar) kita langsung cabut ke kebun anggreknya si dewo di sebelah basecamp. 

Potret-potret, cekrek-cekrek dan tepok-tepok nyamuk malaria, sambil ngeliatin anggrek yang di rescue dari areal pembukaan lahan. 

anggrek hasil rescue dari lokasi land clearing
 Langsung setelah itu ke jungle track di hutan konservasi.
 Potret-potret, wawancara, makan makan cemilan.

pak ndoro lagi wawancara bapak staff yang ngerawat jungle track
 Dan cuss... langsung ke acara natalan di kampung masyarakat. Sampaaiii tengah malam, dan besok paginya langsung diajak ke kampung sebelah buat agenda kunjungan berikutnya. 

Kasian juga sih ngeliat ndoro kakung dihajar jadwal kunjungan yang padat begitu, apalagi malam-malam di gereja kampung sampai ketiduran gitu di kursi, saking lamanya itu acara natalan ga beres – beres. 

But overall, asik juga si bapak ini orangnya, khas wartawan senior yang pengetahuan dan pergaulannya luas, dan yang paling penting, doi seneng diajak jalan nerobos-nerobos hutan walaupun belom terlalu beradaptasi dengan alam papua barat yang panas dan keras ini. 

Thx for visiting us yaa Pak Ndoro Kakung, dan semoga gak kapok, Hahaha!!

kapan-kapan main lagi kemari yaah ~
Buat yang penasaran kayak gimana tulisannya si mbah ini, please kindly visit his blog 


Kalau kamu emang anak blogger banget, yaa pasti udah tau lah yaa~

Jadi ki sanak, sudahkan kalian posting blog hari ini? jangan kelamaan murtad ke instagram yah kayak saya ~

Keep blogging, keep posting!

Just like simply shoot and share!
 

Cermis - Cerita Mistis feat ChatGPT

 Holaaa!! pakabar guysss?  Gileee dah lama banget kayaknya ini Blog ga dibuka, gak kerasa udah punya anak 2 aja dan udah pusing sama persiap...